Cara Agar Terhindar Dari Penyakit Miningitis - Autensofaiken

Breaking

Sabtu, 11 April 2020

Cara Agar Terhindar Dari Penyakit Miningitis

Musisi legendaris Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (9/4). Glenn meninggal dunia karena menderita penyakit meningitis atau radang selaput otak. Meningitis merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dan gaya hidup sehat.

Meningitis dapat terjadi pada setiap orang. Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada selaput yang mengelilingi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, dan jamur. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis dapat menyebar melalui batuk, bersin, berciuman, atau berbagi peralatan makan, sikat gigi, dan rokok. Imunisasi atau vaksin dapat mencegah sejumlah bakteri yang menyebabkan meningitis. Berikut beberapa vaksin yang tersedia untuk mencegah meningitis.

1. Vaksin Haemophilus influenzae tipe b (HiB)

Hib merupakan vaksin yang direkomendasikan untuk anak berusia sekitar dua bulan. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk beberapa orang dewasa, termasuk orang dengan HIV/AIDS dan yang tidak memiliki limpa.

Di Indonesia, HiB diberikan sebanyak empat kali berturut-turut pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis terakhir pada usia 18 bulan. Konsultasikan dengan dokter, Posyandu, Puskesmas, atau layanan kesehatan lainnya.

2. Vaksin pneumokokus (PCV13)

PCV13 juga merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus yang menyebabkan pneumonia, radang telinga, dan meningitis. PCV13 diberikan pada anak-anak antara usia 2-5 tahun.

3. Vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23)

Vaksin PPSV23 diberikan pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang membutuhkan perlindungan dari bakteri pneumokokus. Dikutip dari Mayo Clinic, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan vaksin PPSV23 untuk semua orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun, untuk orang dewasa muda dan anak-anak usia 2 dan lebih tua yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes atau anemia sel sabit, dan bagi siapa saja yang tidak memiliki limpa.

4. Vaksin konjugat meningokokus

Vaksin ini juga dapat diberikan kepada anak-anak usia 11-12 tahun dengan suntikan booster pada usia 16 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada anak-anak antara usia 2 bulan dan 10 tahun yang berisiko tinggi terhadap meningitis bakteri atau yang telah terpapar pada seseorang dengan penyakit ini. Konsultasikan pada dokter atau layanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin meningitis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Selain pemberian vaksin, meningitis dapat dicegah dengan gaya hidup sehat meliputi:

1. Mencuci tangan

Virus, bakteri, parasit, dan jamur penyebab meningitis dapat tinggal di tangan dan masuk ke tubuh. Oleh karena itu, selalu rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

2. Kebersihan barang

Perhatikan kebersihan barang-barang yang digunakan. Jangan berbagi makanan, minuman, peralatan makan, sikat gigi, dan lipstik dengan orang lain.

3. Menjaga imunitas

Sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi makanan bernutrisi tinggi, berolahraga teratur, dan tidur yang cukup.

4. Etika batuk dan bersin

Selalu terapkan etika batuk dan bersin. Batuk dan bersin merupakan metode penularan meningitis.

5. Menjaga makanan ibu hamil

Kurangi risiko meningitis bagi ibu hamil dengan menjaga makanan yang dikonsumsi. Pastikan makanan selalu matang. Hindari pula keju dari susu yang tidak dipasteurisasi. Lakukan vaksin dan menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah meningitis atau radang selaput otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar