Spesifikasi "Samsung Galaxy A80" dan Review Kelebihan Fitur Yang Dimilikinya - Autensofaiken

Breaking

Rabu, 26 Februari 2020

Spesifikasi "Samsung Galaxy A80" dan Review Kelebihan Fitur Yang Dimilikinya


Samsung Galaxy A80 merupakan ponsel seri A tertinggi yang diluncurkan Samsung di Indonesia. Sebab, A90 yang mengusung teknologi 5G tidak diluncurkan lantaran belum tersedianya jaringan tersebut di Indonesia.

Samsung Galaxy A80 menggunakan teknologi kamera putar yang sebelumnya sempat diadopsi Oppo N1 pada 2013. Dengan adanya kamera putar ini, sesungguhnya pengguna akan mendapat kamera dengan kualitas yang sama bagus untuk mengambil foto dengan kamera depan atau belakang.

Namun, pengguna mesti ekstra hati-hati menjaga motor penggerak ponsel. Motor ini menggerakkan kamera ke atas dan berputar ke depan dan sebaliknya. Sebab, bagian yang berputar ini memiliki kerentanan yang lebih besar dari bagian solid lainnya.

Dengan harga Rp9,5 juta, Samsung menawarkan ponsel dengan balutan yang cukup manis secara estetik. Sepertinya tak banyak pesaing A80 di rentang harga ini. Awal tahun ini, Oppo merilis R17 Pro di harga Rp9,9 juta. Tapi kini harganya sudah terjun bebas, di e-commerce ponsel ini dilego dikisaran Rp5 jutaan.

Tampilan

Seperti ponsel seri A yang lebih murah, ponsel ini sudah menggunakan layar Super AMOLED. Panel yang membuat tampilan warna sangat cemerlang. Selain itu, tampilan layar pun lega lantaran tak terhalang poni kamera depan.

Namun untuk memanfaatkan seluruh layar tanpa bezel dengan rasio 20:9 ini pengguna mesti rela sebagian gambar video terpotong. Sebab, biasanya video menggunakan format 16:9 atau 4:3. Seperti ponsel dengan layar panjang lainnya, pengguna tinggal mencubit bagian samping yang kosong agar video memenuhi layar.

Selain berlayar penuh tanpa terhalang poni, rasio layar ke bodi ponsel ini juga cukup tinggi. Dengan rasio 85,8 persen, membuat bezel yang mengelilingi layar jadi makin tipis. Dalam paket penjualan, Samsung menyertakan sampul tambahan yang cukup premium. Tidak seperti sampul plastik silikon bening yang biasa ditambahkan untuk melindungi bodi ponsel. Sampul plastik yang disertakan Samsung lebih solid dengan sentuhan akhir matte untuk bagian belakang ponsel.

Bagian atas sampul sengaja dibiarkan terbuka, untuk memudahkan ponsel melakukan gerakan menyembul dan berputar. Tak seperti sampul plastik silikon, casing ini tak membuat ponsel kehilangan "kelangsingannya" ketika disematkan.

Bagian belakang casing juga kesat sehingga menjaga ponsel agar tidak licin saat digenggam. Sebab, bodi ponsel ini berbalut kaca yang licin. Untuk melindungi layar depan, A80 menggunakan Gorilla Glass 3. Sementara kaca bagian belakang menggunakan Gorilla Glass 6.

Pengguna juga tak perlu repot mengakses slot kartu SIM. Sampul bawaan Samsung ini tak menutupi bagian bawah ponsel sehingga slot kartu SIM mudah diakses. Samsung A80 Slot SIM diletakkan dibagian bawah ponsel. Penampang SIM ganda juga diletakkan bolak-balik sehingga slot ini tidak memanjang seperti ponsel lainnya (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Underdisplay fingerprint optik yang disematkan pada ponsel ini juga cukup responsif untuk mengenali sidik jari. Meski memang Tidak sebaik pemindai jari kapasitif dalam mengenali sidik jari. Pemindai kapasitif biasa disematkan pada tombol khusus pengenal sidik jari.

Ketika meregistrasi sidik jari, terdapat jeda beberapa mili detik lebih lama Selain itu, pengenal sidik jari juga lebih sulit mengenali ketika jari ditempatkan pada posisi tertentu ketimbang pemindai kapasitif. Tapi memang secara estetis, pemindai optik ini terlihat lebih canggih dari pemindai kapasitif.

Satu hal lagi yang menyenangkan pada A80 adalah sensor proximity (kedekatan). Ketika sensor memindai pengguna tengah menatap layar maka layar akan otomatis menyala. Saat pengguna menelepon, layar pun otomatis mati. Saat pengguna terdeteksi sedang menatap layar dalam jangka waktu lama, layar akan terus aktif. Sehingga layar tak tiba-tiba mati karena layar lama tidak disentuh. Keasyikan ketika sedang menonton video atau membaca buku digital jadi tidak terganggu.

Kamera Mantap di 'Low Light'

Ponsel ini menggunakan dilengkapi tripel kamera dengan kamera Utama 48 MP f/2.0; ultra-wide: 8MP f/2.2; kamera 3D Depth f/1.2, 30mm. Kamera ini juga bisa merekam video 2160p dengan frame rate 30fps. Opsi lain, merekam 1080p pada frame rate 30 atau 60fps.

Kamera putar pada ponsel ini memberikan keuntungan karena pengguna akan mendapat kualitas foto yang sama ketika memotret dengan kamera belakang atau depan. Performa kamera ponsel ini untuk mengangkap gambar pada kondisi kurang cahaya sangat baik. Sebab, kamera bisa memberi detil yang cukup baik pada area yang gelap. Padahal ketika dipotret menggunakan kamera lain, daerah gelap itu tidak tergambarkan dengan baik. Warna yang dihasilkan saat memotret di kondisi kurang cahaya pun lebih kaya.

Perbandingan foto di kondisi kurang cahaya menggunakan Huawei P20 Pro. Beberapa bagian yang gelap terlihat lebih cerah pada kamera A80 (CNNIndonesia/ Eka Santhika)

Pada saat memotret, pengguna bisa memilih apakah akan menggunakan kamera sudut lebar atau menggunakan kamera utama. Opsi ini bisa dipilih saat membuka mode foto dan tampak ada gambar 2 pohon untuk menggunakan kamera utama dan 3 pohon untuk sudut lebar.

Jika opsi sudut lebar dipilih. Kamera sudut lebar bisa memuat wilayah yang lebih luas ketimbang menggunakan kamera utama, misal pengguna perlu untuk mengambil foto wefie (selfie dengan banyak orang). Opsi ini juga tersedia ketika pengguna menggunakan mode perekaman video.

Kamera ini memiliki pilihan fokus live. Fitur ini membuat pengguna bisa menentukan tingkat keburaman latar belakang setelah foto diambil. Namun, pada benda yang kompleks, tingkat keburaman ini tidak menghasilkan foto yang terlalu baik. Karena bagian foto dengan detil kecil seperti ruang diantara dedaunan ini tidak bisa diburamkan dengan baik.

Performa
Ponsel ini menggunakan chipset Snapdragon 730G octa core 2,2 GHz dan 1,8 GHz. Dari hasil pengujian Antutu ponsel ini mendapat skor 207722. Angka yang tidak jauh dari rata-rata perangkat lain yang juga menggunakan Snapdragon 730G dengan rata-rata skor 210.000.

Prosesor ini menurut Qualcomm prosesor kelas menengah ini menonjolkan kemampuan gaming. Tambahan seri G dibelakang 730 disebut memberikan menambah kemampuan grafis ponsel 15 persen lebih tinggi dari seri 730 biasa.

Kesimpulan

Samsung Galaxy A80 menarik bagi penyuka ponsel yang tidak biasa, lantaran ponsel ini memiliki mekanisme kamera putar. Namun inovasi ini mesti ditebus dengan harga cukup tinggi Rp9,5 juta. Di Indonesia, sepertinya baru A80 yang menggunakan Snapdragon 730G. Oppo K5 yang akan meluncur pekan ini bakal menggunakan prosesor yang sama dan menjadi pesaing ponsel ini. Pengguna mesti membandingkan harga dan fitur yang ditawarkan pesaing A80 ini sebelum memutuskan.

Kelebihan
- tampilan premium, casing bawaan cantik
- kamera bagus di kondisi kurang cahaya
- layar lega, bezel (pinggiran ponsel) tipis

Kekurangan
- pemindai sidik jari optik tidak terlalu responsif
- harga premium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar